.

Pages

January 30, 2010

TINJAU SEJARAH ILMU PENGETAHUAN DALAM ISLAM

BAB 1

Ilmu (ﻢﻠﻋ) artinya tahu, yaitu j pengetahuan dalam pengalaman diolah/disusun dengan metodologi tertentu k pengetahuan yang berdasarkan pengalaman. ﻢﻠﻋ : knowledge dan science. Ilmu tajribiah (ﺔﻴﺗ ﺮﺠﺘﻟﺍ ﻢﻠﻌﻟﺍ) adalah ilmu hasil percobaan. Ilmu manusia bersifat relatif sedangkan ilmu Allah (Al Qur’an) bersifat mutlak/absolut.
Pandangan Islam terhadap ilmu pengetahuan merupakan fi’il amar (ﺮﻣ ﺃ ﻞﻌﻓ) yaitu kalimat perintah.
ﺪﺤﻟ̉ ﺍ ﻰﻟ ﺍ ﺪﻬ̉ﻤﻟ ﺍ ﻦﻣ ﻢﻠ̉ﻌﻟ̉ ﺍ ﻮﺒﻠﻁ̉ ﺍ

Periode Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Periode Nabi SAW
Rasulullah SAW lahir : 570/571
Rasulllah SAW diangkat menjadi Rasul : 611/612
Hijrah : 622
Wafat : 632
Masa Jahiliyyah : 33 – 610
Tidak ada ilmu pengetahuan dan banyak terdapat syi’ir (orang yang bersyi’ir disebut sya’ir).
Masa berdakwah : ± 23 tahun
§ 13 tahun di Makkah
§ 10 tahun di Madinah

Periode Sahabat Nabi SAW : 633 – 700an
Sahabat: orang yang beriman dan pernah bertemu dengan Nabi SAW lalu meninggal dalam keadaan beriman.

Periode Bani Umayyah : … – 720
Pusat: Damaskus/Damsyiq.

Periode Bani Abbasyiah : 700 – 1250
Pusat: Baghdad.
Abbas: paman Nabi SAW.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan Islam

Pada mulanya hanya ada syi’ir dan Islam. Kemudian Islam mendorong mencari ilmu pengetahuan. Ilmu mulai berkembang pada masa Bani Umayyah dan Bani Abbasyiah (puncaknya pada Bani Abbasyiah).
Usaha-usaha yang dilakukan:
j menuntut ilmu kepada orang-orang Yunani dan keturunannya
k menuntut ilmu dari Iran
l menuntut ilmu dari India, terutama ilmu matematika
m menerjemahkan buku-buku, terutama dari Yunani.

Mulai 1250 sampai sekarang (± 700 tahun) umat Islam menjadi taqlid (tidak ada pembaruan) karena tingkat kemakmuran saat itu sangat tinggi dan menjadi pemalas berfikir akibat kemakmurannya. Pada masa ini orang Eropa belajar ke Asbania, Damaskus, dan Junde Shahpur. Lalu mendirikan Universitas Oxford dan Universitas Cambridge di Inggris.
Masa Renaissance (setelah 1250) merupakan masa kebangkitan kembali ilmu pengetahuan dunia barat. Lalu banyak yang meninggalkan agamanya (Kristen) karena tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan.

Perkembangan Ilmu Kedokteran

Ilmu kedokteran berkembang pada masa Bani Umayyah dan mengalami kemajuan di masa Bani Abbasyiah. Pusat ilmu kedokteran di Junde Shahpur (Iran) dan Harran (Syiria).
Junde Shahpur merupakan:
Mempunyai dasar-dasar pengetahuan kedokteran Yunani dan Iran.
Guru besarnya terdiri dari orang Iran, Syiria, dan Yunani.
Murid-muridnya dari Iran, Syiria, Yunani, dan India.
Untuk kepentingan sekolah ini diterjemahkan ilmu pengobatan bahasa Yunani ke bahasa Syiria dan Pahlawi (abad 5 M).
Abad 6 M, Sergius menerjemahkan buku Hipocrates dan Gallen ke bahasa Syiria.
Tumbuh suburnya sekolah ini karena di daerah berbahasa Syiria berpenganut Kristen Nestorian yang tidak fanatik dan mendirikan sekolah tinggi di Edessa lalu dipindahkan ke Nissibis lalu ke Junde Shahpur.
Dari sekolah ini dibentuk fikiran-fikiran intelek Islam masa selanjutnya.
Dari sekolah ini tamat beberapa Dokter Arab yang kemudian berjumpa dengan Nabi SAW dan disetujui Al Qur’an.
Dokter-dokter yang tamat seperti Haris Ibnu Kalda, Nasir Ibnu Al Qama, dll.

Masa Kalifah II Abbasyiah, Mansur, mengundang Bakht Yishu, Dokter Kepala Junde Shahpur, lalu berturut-turut diundang dokter-dokter ternama dari Syiria, Mesir, Byzantium, dan India ke Baghdad. Kemudian bermulailah penyalinan besar-besaran buku-buku kedokteran dari buku-buku Yunani, Iran, dan India ke bahasa Arab yang merupakan karangan Hipocrates, Gallen, Oribassius, Paul, Alexander Thales, Dioscorides, dll.
Sinan diangkat sebagai penguji murid-murid Sekolah Dokter Baghdad dan diperkenankan memberikan ijazah kedokteran kepada yang lulus. Ada 800 orang pemegang ijazah kedokteran di Baghdad. Masa ini didirikan RSU Baghdad.
Ahli-ahli botani dibiayai ke seluruh dunia (Eropa, Afrika, dan Asia) untuk mengumpulkan tumbuh-tumbuhan obat.
Umat Islam menemui perbendaharaan ilmu pengobatan Yunani. Dikatakan perbendaharaan karena hanya tinggal bukunya saja sedangkan ilmunya tidak dipelajari lagi (Byzantium, Persia, dll). Namun masih ada tabib Yunani yang melanjutkan pengobatan secara Yunani seperti Aetios Amida (550 M) dan Paul Aegina (625 M) yang berkeliling menjual obat dan mengobati orang sakit di Alenxandria.
Di ibu kota Mesir, terdapat Akademi Yunani Tua yang masih mempelajari teori-teori pengobatan Yunani Gallen. Guru besarnya, Johannes Philoponus, masih mempertahankan pelajaran Aristoteles di Alexandria. Buku Hipocrates juga masih digunakan.
Mesir tidak subur terhadap ilmu pengetahuan karena umumnya dipenuhi Kristen fanatik yang lebih mementingkan ilmu occultisme dan mysticisme daripada pengetahuan pengobatan Yunani.
Pendukung-pendukung ilmu Syro-Hellenis dan peradabannya banyak dijumpai pada orang Kristen Nestoria. Nestoria adalah mazhab Kristen yang dibangun pada 428 M oleh Pendeta Nestorius dari Konstantinopel. Oleh Dewan Negara Ephesus tahun 431 M diputuskan sebagai paham terlarang. Golongan Nestoria pindah ke Edessa. Tahun 489 M, Kaisar Zeno memburu mereka sepanjang daerah kekuasaannya. Sehingga golongan ini pindah ke Persia dan diterima baik oleh Raja-raja Sasan.
Di Edessa, golongan ini mendirikan Sekolah Tinggi kemudian pindah ke Nissisibis, Mesopotamia lalu ke Junde Shahpur, Iran. Oleh Raja Khosroes Nushirwan (431 – 519 M) kota tersebut dijadikan kota ilmu. Saat Kaisar Justiniani menutup Sekolah Tinggi di Athene, banyak muridnya pindah ke Junde Shahpur meneruskan filsafatnya. Dari sinilah mahasiswa Syiria, Persia, dan India mempelajari ilmu-ilmu Yunani.

Dalam Bidang Kedokteran

Unel bin Ishaq (809 – 877 M)
Seorang dokter dan ahli filsafat.
Banyak menerjemahkan buku-buku pengetahuan dari ahli-ahli pengetahuan Yunani, antara lain:
§ Buku Gallen
§ Buku Hipokrates
§ Buku Horibassius berjudul Sinopsis
Menyiapkan buku-buku tentang pengobatan.
Memperbaiki buku karangan Dios Kuringes judul Materia Medika yang sampai sekarang bisa dilihat di berbagai museum Fakultas Kedokteran di Eropa.
Menyalin buku-buku ilmu kedokteran hewan Yunani ke dalam bahasa Arab dan Syiria.
Di antara karangannya yang lain adalah Soal-Soal Pengobatan (Questions On Medicine) disusun dalam tanya jawab.
Buku terkenalnya yang lain 10 Problem Tentang Penyakit Mata yang disusunnya untuk mahasiswa ilmu mata.

Ar Razi (865 – 925 M)
Di dunia barat terkneal dengan Rhazes.
Karya-karyanya adalah Al Hawi yang terdiri dari 30 jilid dan Al Aqsah (The Nervus).
Buku-bukunya diterjemahkan ke bahasa Eropa termasuk bahasa Inggris.
Bukunya dicetak ulang sebanyak 40 kali pada tahun 1498 – 1866.

Ibnu Sina (980 – 1037 M)
Di dunia barat dikenal dengan Avicena.
Jasanya antara lain:
§ Mengembangkan asas ilmu pengetahuan Hipocrates dan Gallen.
§ Mengembangkan filsafat Aristoteles dan Plato.
Pemikirannya dikagumi dunia Barat dan diambil oleh Albertus Magnus dan diambil sebagai filsafat …… di barat yaitu Intentio.
Dunia kedokteran berhutang budi pada Ibnu Sina sebagai peniti ilmu pengetahuan klinis terbesar dalam Islam.
Bukunya diterjemahkan kedalam bahasa Barat antara tahun 1130 dan 1150 oleh seorang yang bernama Gundi Salfus di Cevilla (Spanyol).
Karya Ibnu Sina yang monumental Canon of Medicine yaitu sebuah ensiklopedia tentang pengetahuan kedokteran yang diterjemahkan ke bahasa Latin oleh Gerarde dari Cremonal.

No comments:

Post a Comment