
Pernahkah kita meneteskan air mata tatkala kita bersujud kehadapan Allah Sang Pencipta? Wajarlah kita meneteskan air mata mengingat kita sebagai manusia selalu tak luput dari khilaf yang selalu kita perbuat. Dan hanya kepadaNya kita menyembah dan memohon ampunan.
Bersihkanlah hati ini dari lumuran dosa. Hati yang suci memudahkan kita menghadap ke sang Khalik. Hati yang kotor membuat kita malas menunaikan ibadah. Karenanya segeralah mensucikan hati kita dari segala kotoran yang masih melekat. Semampang kita masih diberi waktu untuk bertobat.
2.Amal Kebaikan
Semua manusia pasti mengalami masa tidur. Ketika kita tidur roh masih terhubung dengan badan. Lain halnya masa mati. ketika itu roh telah tercabut dari badan. Ada perbedaan diantara keduanya. Setelah roh tercabut dari badan kita tak dapat lagi menghapus kesalahan yang telah kita perbuat di dunia. Hanya amal sholeh yang kita harapkan. Dan doa dari anak-anak dan orang yang tulus ikhlas kepada kita.
Tapi masihkah kita bisa mengharapkan adanya doa dari orang-orang yang ikhlas berdoa untuk kita kalau selama hidup di dunia tak pernah menabur amal kebaikan. Buatlah amal kebaikan walaupun itu hanya sangat kecil nilainya.
3.Lupa
Ketika roh masih di dalam tubuh seringkali kita lupa akan adanya kematian. Sering pula kita lupa bahwa kita berbuat dosa di kehidupan ini. Dan ketika Allah memberi peringatan kepada kita dengan memberi sakit maka kita tersadar bahwa hidup ini tidak kekal.
Sakit pada tubuh harus dipandang sebagai peringatan bahwa Allah mencintai hambanya yang mau menyadari kesalahannya. Begitu pula bencana ditimpakan untuk memberi peringatan bahwa hidup adalah fana. Ketika bencana datang kita langsung teringat kepada adanya Sang Pencipta Yang Maha Kuasa.
Marilah kita bertobat atas dosa-dosa kita selagi kita masih diberi kesempatan.
4.Mengemban Amanah
Sudahkah kita tahu. Hal apa yang paling berat dalam hidup ini? Mengemban amanah jabatan adalah jawabannya. Tidakkah kita tahu ketika jabatan sudah kita pegang, saat itu pulalah bara api diserahkan kepada kita. Bara api akan dingin laksana arang nan padam ketika kita mampu menunaikan amanah jabatan dengan baik. Tapi tahukah bahwa bara api tersebut dapat pula menjadi api yang membakar tubuh ketika kita tidak dapat mengemban jabatan itu. Karenanya perlulah kita introspeksi bersama apakah mampu kita mengemban jabatan mulia yang telah diserahkan kepada kita.
5.Allah Maha Tahu
Ketika aku menutup mataku. Hanya kegelapan yang nampak. Ketika aku melihat jalanan. Hanya orang-orang yang lalu lalang yang tampak. Aku tak tahu apa yang dipikirkan dalam batin mereka. Manusia penuh dengan keterbatasan. Takkan tahu hal-hal yang tersembunyi. Namun janganlah kita mencoba bersembunyi dari sang Khalik. Karena Allah Maha Tahu. Mohonlah ampunanNya setiap waktu. Sewaktu berdzikir di malam sunyi, karena manusia tidak pernah luput dari dosa.
Bersihkanlah hati ini dari lumuran dosa. Hati yang suci memudahkan kita menghadap ke sang Khalik. Hati yang kotor membuat kita malas menunaikan ibadah. Karenanya segeralah mensucikan hati kita dari segala kotoran yang masih melekat. Semampang kita masih diberi waktu untuk bertobat.
2.Amal Kebaikan
Semua manusia pasti mengalami masa tidur. Ketika kita tidur roh masih terhubung dengan badan. Lain halnya masa mati. ketika itu roh telah tercabut dari badan. Ada perbedaan diantara keduanya. Setelah roh tercabut dari badan kita tak dapat lagi menghapus kesalahan yang telah kita perbuat di dunia. Hanya amal sholeh yang kita harapkan. Dan doa dari anak-anak dan orang yang tulus ikhlas kepada kita.
Tapi masihkah kita bisa mengharapkan adanya doa dari orang-orang yang ikhlas berdoa untuk kita kalau selama hidup di dunia tak pernah menabur amal kebaikan. Buatlah amal kebaikan walaupun itu hanya sangat kecil nilainya.
3.Lupa
Ketika roh masih di dalam tubuh seringkali kita lupa akan adanya kematian. Sering pula kita lupa bahwa kita berbuat dosa di kehidupan ini. Dan ketika Allah memberi peringatan kepada kita dengan memberi sakit maka kita tersadar bahwa hidup ini tidak kekal.
Sakit pada tubuh harus dipandang sebagai peringatan bahwa Allah mencintai hambanya yang mau menyadari kesalahannya. Begitu pula bencana ditimpakan untuk memberi peringatan bahwa hidup adalah fana. Ketika bencana datang kita langsung teringat kepada adanya Sang Pencipta Yang Maha Kuasa.
Marilah kita bertobat atas dosa-dosa kita selagi kita masih diberi kesempatan.
4.Mengemban Amanah
Sudahkah kita tahu. Hal apa yang paling berat dalam hidup ini? Mengemban amanah jabatan adalah jawabannya. Tidakkah kita tahu ketika jabatan sudah kita pegang, saat itu pulalah bara api diserahkan kepada kita. Bara api akan dingin laksana arang nan padam ketika kita mampu menunaikan amanah jabatan dengan baik. Tapi tahukah bahwa bara api tersebut dapat pula menjadi api yang membakar tubuh ketika kita tidak dapat mengemban jabatan itu. Karenanya perlulah kita introspeksi bersama apakah mampu kita mengemban jabatan mulia yang telah diserahkan kepada kita.
5.Allah Maha Tahu
Ketika aku menutup mataku. Hanya kegelapan yang nampak. Ketika aku melihat jalanan. Hanya orang-orang yang lalu lalang yang tampak. Aku tak tahu apa yang dipikirkan dalam batin mereka. Manusia penuh dengan keterbatasan. Takkan tahu hal-hal yang tersembunyi. Namun janganlah kita mencoba bersembunyi dari sang Khalik. Karena Allah Maha Tahu. Mohonlah ampunanNya setiap waktu. Sewaktu berdzikir di malam sunyi, karena manusia tidak pernah luput dari dosa.
No comments:
Post a Comment